BRIN PERCEPAT KEMANDIRIAN TEKNOLOGI NUKLIR KESEHATAN LEWAT SIKLOTRON DECY-13
Pengembangan Siklotron untuk Produksi Radioisotop Medis
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat penguatan teknologi nuklir kesehatan melalui pengembangan siklotron DECY-13. Infrastruktur ini dirancang untuk memproduksi radioisotop medis sekaligus mendukung riset lanjutan di bidang akselerator partikel.
Baca Juga “Angkatan Udara berikan kontrak teknologi kesehatan $25 juta kepada AeroVironment“
Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kemandirian nasional, khususnya dalam penyediaan bahan medis nuklir yang selama ini masih bergantung pada impor.
Fokus pada Fluor-18 untuk Diagnostik Modern
Kepala Pusat Riset Teknologi Akselerator BRIN, Muhammad Rifai, menjelaskan bahwa pengembangan ini berfokus pada produksi radioisotop seperti Fluor-18 (F-18).
Isotop ini banyak digunakan dalam prosedur PET scan, yang berperan penting dalam diagnosis penyakit seperti kanker dan gangguan neurologis. Ketersediaan F-18 dalam negeri akan mempercepat layanan medis sekaligus menekan biaya.
“Kolaborasi internasional membuka peluang peningkatan kapasitas SDM dan pemanfaatan teknologi siklotron,” ujar Rifai dalam keterangannya.
Kolaborasi Internasional Perkuat Kapasitas Riset
Dalam pengembangannya, BRIN menggandeng Thailand Institute of Nuclear Technology sebagai mitra strategis. Kerja sama ini mencakup riset bersama, pertukaran peneliti, serta pemanfaatan fasilitas secara kolaboratif.
Executive Director TINT, Thawatchai Onjun, menilai sinergi ini penting untuk mempercepat penguasaan teknologi nuklir di kawasan Asia Tenggara.
Kolaborasi ini juga menggabungkan keunggulan masing-masing pihak. TINT memiliki pengalaman dalam pengembangan beam line, sementara BRIN fokus pada penguatan fasilitas siklotron domestik.
Teknologi Akselerator untuk Berbagai Sektor Strategis
Selain sektor kesehatan, teknologi akselerator partikel memiliki berbagai aplikasi strategis. Pemanfaatannya meliputi iradiasi pangan, sterilisasi alat kesehatan, hingga kebutuhan industri.
BRIN juga mulai menjajaki pengembangan teknologi fusi sebagai bagian dari visi jangka panjang. Teknologi ini berpotensi menjadi sumber energi masa depan berbasis plasma yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa investasi pada teknologi nuklir tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada ketahanan industri dan energi nasional.
Desain dan Tahapan Pengembangan DECY-13
Pengembangan siklotron DECY-13 merupakan bagian dari program strategis BRIN periode 2025–2029. Proyek ini mencakup tahapan desain, konstruksi, hingga pengujian operasional.
Siklotron ini dirancang dengan satu beam port yang mampu mendukung produksi radioisotop sekaligus penelitian berbasis berkas proton. Sistemnya dilengkapi komponen utama seperti magnet, vakum, frekuensi radio, dan sistem ekstraksi.
Selain itu, teknologi simulasi mutakhir digunakan untuk memastikan presisi desain. Sistem diagnostik berkas juga disiapkan untuk memantau proses akselerasi secara optimal dan aman.
Dampak bagi Kemandirian dan Layanan Kesehatan
Pengembangan DECY-13 diharapkan meningkatkan kapasitas nasional dalam produksi radioisotop. Hal ini penting untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terjangkau.
Dengan ketersediaan radioisotop di dalam negeri, rumah sakit tidak lagi bergantung pada pasokan luar negeri yang memiliki keterbatasan waktu simpan.
Langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam penguasaan teknologi nuklir di tingkat regional dan global, sekaligus membuka peluang inovasi lintas sektor.
Kesimpulan dan Prospek ke Depan
Pengembangan siklotron DECY-13 menandai langkah strategis Indonesia menuju kemandirian teknologi nuklir kesehatan. Kolaborasi internasional dan penguatan riset menjadi kunci keberhasilan program ini.
Ke depan, pemanfaatan teknologi akselerator diperkirakan akan semakin luas, tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga industri dan energi. Dengan komitmen berkelanjutan, Indonesia berpotensi menjadi pemain penting dalam ekosistem teknologi nuklir global.
Baca Juga “Unusa dan Trustmedis Perkuat Teknologi Informasi Kesehatan Melalui Kolaborasi Strategis“