Label Less Sugar Tidak Selalu Sehat, Pahami Kandungan Gizi dan Risikonya Sebelum Mengonsumsi
Produk makanan dan minuman dengan label less sugar semakin mudah ditemukan di pasaran. Banyak konsumen menganggap produk dengan klaim tersebut lebih sehat dibandingkan produk biasa karena dinilai memiliki kandungan gula yang lebih sedikit.
Namun, anggapan tersebut tidak selalu benar. Label less sugar bukan berarti suatu produk bebas gula, rendah kalori, atau dapat dikonsumsi tanpa batas. Konsumen tetap perlu memahami informasi nilai gizi dan daftar bahan pada kemasan agar tidak salah dalam memilih produk sehari-hari.
Istilah less sugar atau reduced sugar pada dasarnya menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan produk sejenis atau formula sebelumnya. Meski begitu, produk masih dapat mengandung gula tambahan dalam bentuk lain, pemanis buatan, lemak tambahan, maupun karbohidrat yang tetap berkontribusi terhadap total asupan energi tubuh.
Dokter spesialis gizi klinik RS EMC Cikarang, Noviyanti, menjelaskan bahwa masyarakat perlu lebih cermat dalam mengenali berbagai istilah gula yang tercantum pada kemasan makanan dan minuman.
“Gula bisa muncul dengan banyak nama. Salah satu hal yang sering tidak disadari adalah gula tidak selalu ditulis dengan kata sugar,” ujar Noviyanti.
Karena itu, konsumen tidak boleh hanya terpaku pada tulisan less sugar yang biasanya ditempatkan di bagian depan kemasan. Informasi yang lebih penting justru terdapat pada tabel nilai gizi dan daftar komposisi yang menjelaskan kandungan produk secara lebih lengkap.
baca juga”Psikolog: Tren Blind Box Berlebihan Bisa Ganggu Mental“
Berbagai Nama Gula yang Sering Tersembunyi dalam Daftar Komposisi
Gula dalam produk olahan memiliki banyak sebutan yang sering tidak disadari konsumen. Selain tertulis sebagai sugar atau gula, kandungan pemanis dapat muncul dalam bentuk fruktosa, glukosa, sukrosa, dekstrosa, maltosa, sirup jagung, madu, hingga caramel syrup.
Keberadaan berbagai jenis gula tersebut menunjukkan bahwa sebuah produk masih memiliki kandungan pemanis meskipun mengusung klaim less sugar. Dalam beberapa kasus, produsen mengurangi satu jenis gula tetapi menggantinya dengan pemanis lain untuk menjaga rasa produk tetap menarik.
Daftar komposisi dapat menjadi petunjuk penting untuk mengetahui kandungan utama dalam makanan atau minuman. Bahan yang tertulis pada urutan pertama menunjukkan jumlah yang paling dominan dalam produk tersebut.
Apabila gula atau berbagai turunannya berada pada urutan awal daftar bahan, konsumen perlu lebih berhati-hati karena produk tersebut kemungkinan mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
Cara Membaca Label Gizi Produk Less Sugar dengan Tepat
Memahami informasi nilai gizi menjadi langkah utama untuk menentukan apakah suatu produk benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah takaran saji.
Banyak konsumen mengira angka kandungan gula pada kemasan berlaku untuk seluruh isi produk. Padahal, informasi tersebut biasanya dihitung berdasarkan satu porsi konsumsi.
Sebagai contoh, satu botol minuman dapat mencantumkan 12 gram gula per sajian. Jika satu botol terdiri atas dua sajian dan dikonsumsi sekaligus, maka jumlah gula yang masuk ke tubuh mencapai 24 gram.
Selain takaran saji, konsumen juga perlu memperhatikan keterangan total sugar dan added sugar. Total sugar menunjukkan jumlah seluruh gula yang terdapat dalam produk, baik yang berasal dari bahan alami maupun tambahan saat proses produksi.
Sementara itu, added sugar merupakan gula yang sengaja ditambahkan selama proses pembuatan makanan atau minuman. Semakin tinggi kandungan added sugar, semakin besar potensi seseorang mengonsumsi gula secara berlebihan.
Produk dengan label less sugar juga belum tentu memiliki kandungan kalori yang rendah. Beberapa produsen dapat menambahkan lemak, bahan pengental, atau karbohidrat tertentu untuk mempertahankan tekstur dan cita rasa produk.
Oleh sebab itu, membaca jumlah kalori secara keseluruhan tetap penting, terutama bagi orang yang sedang mengatur berat badan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Risiko Konsumsi Gula Berlebihan terhadap Kesehatan Tubuh
Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan secara terus-menerus dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan. Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan kelebihan kalori yang akhirnya berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan obesitas.
Kondisi obesitas juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme, hingga penyakit jantung.
Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan tubuh mengalami resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh tidak merespons hormon insulin secara optimal sehingga kadar gula darah lebih sulit dikendalikan.
Selain itu, pola makan yang terlalu banyak mengandung makanan dan minuman manis dapat memengaruhi kadar lemak dalam darah dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan kardiovaskular.
Pada anak-anak, konsumsi gula berlebihan juga perlu mendapat perhatian. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula sejak dini dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, pembentukan preferensi terhadap rasa manis, serta meningkatkan peluang mengalami masalah berat badan saat dewasa.
Tips Memilih Produk Less Sugar agar Tetap Menjadi Pilihan yang Lebih Sehat
Agar tidak terkecoh dengan klaim pemasaran pada kemasan, konsumen perlu membiasakan diri membaca informasi produk secara menyeluruh. Jangan menjadikan tulisan less sugar sebagai satu-satunya indikator bahwa produk tersebut lebih baik untuk kesehatan.
Bandingkan kandungan gula antarproduk sejenis untuk menemukan pilihan dengan jumlah gula tambahan yang lebih rendah. Perhatikan juga ukuran sajian agar tidak salah menghitung total asupan gula yang dikonsumsi.
Pilih produk dengan daftar komposisi yang lebih sederhana dan kandungan bahan tambahan yang lebih sedikit. Semakin pendek dan mudah dipahami daftar bahan, semakin mudah pula konsumen mengenali apa yang masuk ke dalam tubuh.
Mengurangi konsumsi minuman manis kemasan serta memperbanyak konsumsi makanan segar seperti buah, sayuran, dan sumber protein alami juga menjadi langkah yang lebih baik untuk menjaga pola makan seimbang.
Pada akhirnya, label less sugar dapat menjadi informasi tambahan saat memilih makanan dan minuman, tetapi tidak dapat dijadikan jaminan bahwa suatu produk pasti sehat. Kesadaran membaca label gizi, memahami kandungan bahan, dan mengontrol jumlah konsumsi tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
baca juga”Menkes: Kenaikan Harga Obat Seharusnya Tak Lebih dari 20 Persen“