Khofifah Dorong RS Jatim Adaptif terhadap AI Kesehatan

Khofifah

Khofifah Minta Rumah Sakit di Jatim Adaptif terhadap AI Kesehatan
Transformasi Digital Dinilai Penting untuk Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh rumah sakit di wilayahnya untuk lebih adaptif terhadap perkembangan artificial intelligence (AI) dan teknologi kesehatan modern. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan yang cepat, aman, efisien, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga “Hospital Expo Surabaya Tampilkan Teknologi Kesehatan Berbasis AI

Khofifah mengatakan transformasi teknologi di sektor kesehatan kini berkembang sangat cepat. Karena itu, rumah sakit tidak bisa hanya mengandalkan sistem pelayanan konvensional, tetapi harus mampu mengikuti perkembangan teknologi kedokteran global, termasuk pemanfaatan AI dalam layanan medis.

“Teknologi kedokteran yang ada di Jawa Timur harus sangat adaptif terhadap berbagai teknologi kedokteran di dunia, termasuk di dalamnya AI,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Rabu.

Menurutnya, perkembangan teknologi kesehatan saat ini sudah terlihat nyata di berbagai fasilitas dan pameran alat kesehatan. Khofifah menilai hampir seluruh inovasi teknologi medis terbaru telah memanfaatkan sistem berbasis AI untuk meningkatkan efektivitas pelayanan dan akurasi penanganan pasien.

Ia menjelaskan penerapan AI dalam dunia kesehatan dapat membantu tenaga medis dalam banyak aspek, mulai dari analisis data pasien, deteksi dini penyakit, pengelolaan rekam medis elektronik, hingga peningkatan efisiensi layanan rumah sakit.

Meski demikian, Khofifah menegaskan transformasi digital di sektor kesehatan harus tetap menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Menurutnya, kemajuan teknologi harus mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Selain layanan kuratif, rumah sakit juga didorong memperkuat layanan promotif, preventif, dan rehabilitatif secara terintegrasi. Pendekatan tersebut dinilai penting agar pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan penyakit dan pemulihan pasien.

Khofifah menilai rumah sakit saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain harus mengikuti perkembangan teknologi, rumah sakit juga dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan regulasi, sistem pembiayaan kesehatan, transformasi digital, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan berkualitas.

Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak cukup hanya melalui penambahan fasilitas fisik. Rumah sakit juga harus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, sistem digital, dan penguasaan teknologi kedokteran terbaru.

“Saya rasa melalui raker dan pameran seperti ini akan memberikan penguatan pengayaan kepada para dokter maupun tim manajemen di rumah sakit terhadap update berbagai teknologi kedokteran temuan terbaru,” katanya.

Khofifah menilai kegiatan pameran dan forum kesehatan menjadi sarana penting bagi tenaga medis dan pengelola rumah sakit untuk memahami perkembangan teknologi medis global. Dengan begitu, rumah sakit di Indonesia dapat lebih cepat mengadopsi inovasi pelayanan kesehatan modern.

Ia menyebut Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional. Saat ini, provinsi tersebut memiliki sekitar 448 rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah. Jumlah tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah dengan kapasitas layanan kesehatan terbesar di Indonesia.

Menurut Khofifah, besarnya jumlah rumah sakit harus diimbangi peningkatan kualitas teknologi medis dan standar pelayanan kesehatan. Ia menilai modernisasi alat kesehatan dan digitalisasi layanan menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan daya saing rumah sakit di era transformasi digital.

“Peningkatan jumlah rumah sakit seyogyanya juga sejalan dengan berbagai perkembangan teknologi kedokteran yang ada. Karena bagaimanapun keselamatan pasien tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Selain menyoroti teknologi kesehatan, Khofifah juga menekankan pentingnya peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada produk alat kesehatan. Ia berharap industri alat kesehatan nasional dapat terus berkembang sehingga ketergantungan terhadap produk impor semakin berkurang.

Menurutnya, penguatan TKDN penting untuk mendukung kemandirian industri kesehatan nasional sekaligus memperkuat daya tahan sektor kesehatan Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

“TKDN memang harus dikhtiarkan supaya makin hari makin tinggi. Walau memang ada yang masih 100 persen harus diimpor,” katanya.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur, dr Bangun T. Purwaka, mengatakan pameran teknologi kesehatan menjadi momentum penting untuk menunjukkan perkembangan teknologi kedokteran di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Ia menilai kualitas teknologi kesehatan nasional terus mengalami peningkatan. Namun, menurutnya, pengembangan teknologi medis tetap harus memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pasien sebagai standar utama pelayanan kesehatan.

“Jadi semakin lama semakin baik berkualitas dan tidak melupakan keamanan keselamatan,” ujarnya.

Transformasi digital di sektor kesehatan memang menjadi salah satu tren utama dalam sistem pelayanan medis global. Pemanfaatan AI, telemedicine, robotik medis, hingga electronic medical record kini semakin luas diterapkan di berbagai negara untuk meningkatkan efisiensi layanan kesehatan.

Di Indonesia, pemerintah juga terus mendorong percepatan digitalisasi layanan kesehatan melalui integrasi data medis, pengembangan platform kesehatan nasional, serta modernisasi fasilitas rumah sakit di berbagai daerah.

Dengan dukungan teknologi yang semakin maju, rumah sakit di Jawa Timur diharapkan mampu meningkatkan kualitas diagnosis, mempercepat pelayanan pasien, dan memperkuat sistem kesehatan daerah secara menyeluruh. Adaptasi terhadap AI dan teknologi kesehatan juga dinilai menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga medis, dan industri teknologi kesehatan akan menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan kesehatan yang modern, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Baca Juga “Gubernur Banten Sebut Pelayanan Kesehatan Perlu Adaptasi Perkembangan Teknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *