Universitas Jadi Motor Inovasi Teknologi Kesehatan untuk Perkuat Ketahanan Nasional
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa inovasi teknologi kesehatan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan riset, teknologi, dan sumber daya manusia yang mampu menjawab berbagai tantangan sektor kesehatan di Indonesia.
Baca Juga “Segera Hadir: Pendamping Kesehatan Berbasis AI Terbaru di Pergelangan Tangan Anda“
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dante saat menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Inovasi Teknologi Kesehatan untuk Membangun Ketahanan Nasional pada Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-73. Ia menilai sinergi antara universitas, industri, dan pemerintah menjadi faktor utama dalam mempercepat lahirnya inovasi yang dapat diterapkan secara nyata.
Kolaborasi Universitas, Industri, dan Pemerintah Percepat Inovasi
Prof. Dante menjelaskan bahwa berbagai inovasi kesehatan yang telah dihasilkan menunjukkan besarnya kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan sektor kesehatan. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan mesin ventilator, hak paten implan glaukoma, hingga alat deteksi demam berdarah yang lahir melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, universitas tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi penggerak riset dan inovasi yang mampu menghasilkan produk kesehatan bernilai tinggi. Oleh karena itu, kerja sama dengan industri, startup, fasilitas pelayanan kesehatan, serta komunitas perlu terus diperluas agar hasil penelitian dapat lebih cepat dimanfaatkan masyarakat.
Prof. Dante menilai pendekatan kolaboratif tersebut juga dapat mempercepat hilirisasi hasil riset sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional.
Tiga Fokus Inovasi untuk Memperkuat Ketahanan Kesehatan
Pemerintah saat ini memprioritaskan tiga bidang utama dalam pengembangan inovasi teknologi kesehatan. Fokus pertama adalah inovasi di bidang obat dan alat kesehatan untuk meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat kemandirian nasional.
Fokus kedua adalah pengembangan teknologi informasi dan layanan kesehatan digital. Transformasi digital dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang terintegrasi.
Sementara itu, fokus ketiga mencakup pengembangan teknologi genomik. Bidang ini memiliki peran penting dalam mendukung deteksi dini penyakit, pengobatan yang lebih presisi, serta pengembangan layanan kesehatan berbasis data ilmiah.
Pemerintah Tingkatkan Produksi Vaksin, Obat, dan Alat Kesehatan
Dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional, pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas produksi obat, vaksin, dan alat kesehatan berteknologi tinggi. Saat ini Indonesia telah memproduksi tujuh dari 14 jenis antigen vaksin program, termasuk vaksin tuberkulosis, serta memperkuat pengembangan teknologi viral vector dan nucleic acid-based vaccine.
Selain vaksin, pemerintah juga meningkatkan produksi enam dari sepuluh bahan baku obat dengan tingkat konsumsi tertinggi di Indonesia. Pengembangan produk biologis dan peningkatan belanja alat kesehatan dalam negeri turut menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat industri kesehatan nasional.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung perluasan layanan kesehatan sekaligus meningkatkan ketahanan sistem kesehatan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Digitalisasi Layanan Kesehatan Melalui Platform SatuSehat
Transformasi digital menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam membangun sistem kesehatan yang lebih terintegrasi. Digitalisasi dilakukan di sekitar 10 ribu puskesmas, 11 ribu klinik, 3 ribu rumah sakit, 5 ribu praktik mandiri, serta 30 ribu apotek agar seluruh data kesehatan dapat saling terhubung.
Prof. Dante menjelaskan bahwa aplikasi PeduliLindungi dikembangkan menjadi platform SatuSehat sebagai pusat integrasi data kesehatan nasional. Melalui sistem ini, riwayat kesehatan masyarakat dapat diakses secara aman oleh fasilitas kesehatan yang berwenang sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien.
Ia mengatakan masyarakat nantinya cukup menggunakan ponsel pintar dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saat mengakses layanan kesehatan di berbagai fasilitas yang telah terhubung dengan sistem tersebut.
Uji coba implementasi SatuSehat telah dilakukan di puluhan ribu puskesmas serta ratusan rumah sakit di wilayah Jawa dan Bali. Ke depan, platform ini diproyeksikan berkembang menjadi citizen health application yang berfungsi sebagai pusat layanan dan catatan kesehatan digital setiap warga Indonesia.
Penguatan inovasi teknologi, peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta percepatan transformasi digital menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh. Dengan dukungan aktif perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan teknologi kesehatan yang mandiri, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca Juga “Aplikasi AI dan Big Data: Terobosan dalam manajemen perawatan kesehatan.“