Eka Hospital Luncurkan MCU Mobile Berbasis AI di GIIAS 2026

GIIAS 2026

Eka Hospital Perkenalkan MCU Mobile Berbasis AI untuk Deteksi Dini di GIIAS 2026

Pemeriksaan kesehatan kini semakin mudah diakses tanpa harus datang ke rumah sakit atau klinik. Eka Hospital menghadirkan layanan Medical Check-Up (MCU) Mobile berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan preventif kepada masyarakat.

Baca Juga “Peneliti Kembangkan AI Pembaca Ronsen untuk Skrining TB di Indonesia

Inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Eka Hospital, Sinar Mas Land, dan Hyundai Motor Group. Melalui konsep Healthcare on the Move, ketiga pihak menghadirkan fasilitas pemeriksaan kesehatan bergerak yang memanfaatkan kendaraan khusus untuk memberikan layanan medis di berbagai lokasi.

Kolaborasi Eka Hospital, Hyundai, dan Sinar Mas Land Hadirkan Layanan Kesehatan Bergerak

MCU Mobile diperkenalkan selama penyelenggaraan GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026. Pengunjung pameran dapat melihat langsung kendaraan medis yang dirancang sebagai pusat layanan kesehatan berjalan sekaligus mencoba berbagai fasilitas pemeriksaan yang tersedia.

Dalam kerja sama tersebut, Hyundai Motor Group menyediakan satu unit KIA PV5 Proof of Concept yang dikembangkan menjadi Medical Purpose Vehicle. Kendaraan ini kemudian dimodifikasi oleh Eka Hospital Group menjadi unit MCU Mobile yang akan digunakan untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.

Konsep layanan bergerak ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan medis praktis tanpa harus mengunjungi fasilitas kesehatan.

Dilengkapi Teknologi AI untuk Pemeriksaan yang Lebih Cepat

MCU Mobile membawa berbagai perangkat medis modern yang mendukung deteksi dini sejumlah penyakit. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Butterfly iQ+, perangkat ultrasonografi (USG) genggam berbasis silikon yang memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara lebih praktis.

Selain itu, tersedia Airdoc Retina Scan yang memanfaatkan teknologi AI untuk memindai retina mata. Sistem ini tidak hanya membantu mendeteksi gangguan penglihatan, tetapi juga mengidentifikasi risiko penyakit sistemik, seperti diabetes dan hipertensi, melalui analisis citra retina.

Layanan lainnya meliputi pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) guna mengevaluasi kondisi dan irama jantung, serta Vitamin C Support sebagai bagian dari layanan kesehatan preventif. Seluruh pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dengan dukungan perangkat medis modern sehingga hasil dapat diperoleh secara cepat dan akurat.

CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih fleksibel.

Menurutnya, kombinasi kendaraan KIA PV5, teknologi medis berbasis AI, serta dukungan ekosistem Sinar Mas Land memungkinkan layanan kesehatan hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami bangga dapat memperkenalkan inovasi ini pertama kali di GIIAS 2026. Melalui MCU Mobile Vehicle, pengunjung dapat memanfaatkan kesempatan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara praktis tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Kami berharap layanan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini sebagai langkah menjaga kesehatan,” ujar Rina dalam keterangan tertulis.

Kolaborasi lintas industri ini menunjukkan bahwa inovasi di sektor otomotif juga dapat mendukung transformasi layanan kesehatan. Pemanfaatan kendaraan khusus sebagai pusat pemeriksaan bergerak membuka peluang perluasan layanan medis hingga ke kawasan permukiman, pusat bisnis, maupun lokasi kegiatan masyarakat.

Kehadiran MCU Mobile di GIIAS 2026 tidak hanya menambah ragam inovasi yang dipamerkan dalam ajang otomotif tersebut, tetapi juga memperkuat pentingnya pemeriksaan kesehatan preventif. Dengan memanfaatkan teknologi digital dan AI, layanan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat melakukan deteksi dini sehingga risiko penyakit dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.

Baca Juga “Kemenkes Kembangkan Teknologi AI untuk Percepat Skrining Tuberkulosis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *