Pendanaan Teknologi Kesehatan Makin Masif, Preventive Care Jadi Sorotan
Sektor teknologi kesehatan atau healthtech semakin menarik perhatian modal ventura. Perubahan perilaku masyarakat dan kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses membuka ruang bagi startup untuk mengembangkan berbagai solusi berbasis teknologi.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah startup kesehatan berhasil memperoleh pendanaan dari investor. Arus modal tersebut menunjukkan bahwa sektor kesehatan tidak hanya dipandang sebagai bisnis teknologi, tetapi juga sebagai industri esensial dengan kebutuhan yang terus berkembang.
Salah satu pendanaan terbaru terjadi pada Agustus 2026. Living Lab Ventures (LLV) bersama Spiral Ventures melalui Japan Thematic Fund (JTF) menanamkan investasi pada Bumame, startup yang bergerak di bidang healthtech.
Investasi tersebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya perhatian investor terhadap perusahaan yang mengembangkan layanan kesehatan berbasis teknologi. Tren pendanaan juga mulai bergerak menuju solusi yang lebih spesifik, terutama layanan kesehatan preventif.
Investor Melihat Potensi Pertumbuhan Healthtech Jangka Panjang
Partner Living Lab Ventures Bayu Seto mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang aktif dipantau pihaknya. Menurut dia, kebutuhan terhadap layanan kesehatan terus bertambah seiring pertumbuhan populasi dan perubahan demografi.
Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan juga memperluas kebutuhan tersebut. Konsumen kini tidak hanya mencari layanan ketika mengalami gangguan kesehatan, tetapi semakin membutuhkan fasilitas untuk memantau kondisi tubuh dan mengurangi risiko penyakit.
Bayu menilai preventive healthcare memiliki peluang pertumbuhan dalam jangka panjang. Area tersebut mencakup berbagai layanan yang memungkinkan masyarakat mengambil tindakan sebelum masalah kesehatan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Preventive healthcare” dipandang bukan sekadar kategori baru dalam industri healthtech. Perkembangannya berkaitan dengan perubahan pendekatan layanan kesehatan dari pengobatan menuju pencegahan dan deteksi lebih dini.
Rantai Nilai Kesehatan Membuka Banyak Peluang Bisnis
Potensi healthtech tidak hanya berada pada aplikasi konsultasi dokter. Peluang bisnis dapat berkembang di berbagai titik dalam rantai nilai layanan kesehatan.
Bayu menjelaskan ekosistem tersebut mencakup diagnosis, perangkat medis, layanan kesehatan, perawatan preventif, hingga solusi pendukung lainnya. Pengembangan setiap bagian dapat menciptakan ruang bagi perusahaan teknologi untuk menawarkan inovasi.
Model tersebut juga memungkinkan startup membangun layanan yang saling terhubung. Teknologi dapat digunakan untuk membantu proses pemeriksaan, pemantauan kondisi, pengelolaan data, hingga memberikan dukungan kepada pengguna dalam menjaga kesehatan.
Bagi investor, luasnya rantai nilai tersebut membuat sektor healthtech memiliki banyak ruang pengembangan. Startup tidak harus membangun layanan kesehatan secara menyeluruh untuk menciptakan nilai bisnis.
Perusahaan dapat mengambil posisi tertentu dengan menyelesaikan masalah spesifik. Pendekatan tersebut memungkinkan inovasi berkembang berdasarkan kebutuhan pasien, tenaga kesehatan, fasilitas medis, maupun konsumen secara umum.
Tantangan Layanan Kesehatan Justru Membuka Pasar Baru
Pertumbuhan healthtech juga didorong berbagai persoalan dalam layanan kesehatan. Akses, efisiensi biaya, kebutuhan diagnosis, serta kesadaran masyarakat terhadap pencegahan menjadi sejumlah area yang masih membutuhkan solusi.
Bayu melihat tantangan tersebut sebagai peluang bagi perusahaan yang mampu menghadirkan produk dengan manfaat nyata. Menurutnya, startup kesehatan perlu membuktikan bahwa teknologi yang dikembangkan mampu menyelesaikan persoalan konkret.
Ia menilai healthtech tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan teknologi. Produk yang dikembangkan harus memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri kesehatan dan memberikan manfaat bagi pengguna.
“Healthcare” juga memiliki karakter berbeda dibandingkan sektor teknologi konsumen. Layanan kesehatan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehingga keberlanjutan solusi menjadi faktor penting dalam pengembangan bisnis.
Investor Healthtech Semakin Selektif Menilai Startup
Besarnya peluang pasar tidak membuat investor mengesampingkan risiko bisnis. Bayu mengatakan investor saat ini semakin selektif dalam menentukan perusahaan yang layak mendapatkan pendanaan.
Penilaian investor tidak lagi hanya berpusat pada pertumbuhan jumlah pengguna. Kemampuan startup membangun bisnis yang sehat juga menjadi perhatian dalam proses pengambilan keputusan investasi.
Fundamental perusahaan, keberlanjutan bisnis, unit economics, profitabilitas, serta kemampuan menciptakan dampak nyata menjadi sejumlah aspek yang diperhitungkan. Model bisnis juga perlu menunjukkan bagaimana perusahaan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Perubahan pendekatan investor tersebut membuat startup perlu lebih disiplin dalam menggunakan modal. Ekspansi tidak cukup dilakukan dengan mengejar pertumbuhan pengguna tanpa mempertimbangkan biaya akuisisi dan kemampuan menghasilkan pendapatan.
Startup healthtech juga perlu memperlihatkan manfaat produknya secara terukur. Hal tersebut penting karena layanan kesehatan berkaitan dengan kepercayaan pengguna dan kualitas layanan.
Preventive Healthcare Mulai Mendapat Perhatian Lebih Besar
Perkembangan healthtech kini semakin mengarah pada layanan preventif. Startup mulai menawarkan produk yang membantu masyarakat melakukan pencegahan sebelum membutuhkan penanganan medis secara intensif.
Layanan tersebut dapat mencakup pemeriksaan kesehatan, deteksi dini, screening, pemantauan kondisi tubuh, nutrisi, wellness, hingga berbagai bentuk perawatan preventif.
Bayu menyebut perubahan tersebut sebagai bagian dari pergeseran cara masyarakat memandang kesehatan. Fokusnya bergerak dari tindakan setelah seseorang sakit menuju upaya mempertahankan kondisi kesehatan secara berkelanjutan.
Menurut dia, peluang dapat muncul dari teknologi diagnosis maupun layanan yang membantu masyarakat mengenali risiko kesehatan sejak awal. Produk yang mampu menjawab kebutuhan tersebut berpotensi memiliki pasar yang luas.
Namun, keberhasilan startup tetap bergantung pada relevansi solusi yang ditawarkan. Teknologi kesehatan perlu menyelesaikan kebutuhan nyata dan memberikan pengalaman penggunaan yang mudah dipahami.
Modal Ventura Mulai Melirik Model Bisnis Preventif
Ketua Umum Eddi Danusaputra juga melihat perubahan arah investasi di sektor healthtech. Menurutnya, perhatian modal ventura tidak lagi terbatas pada layanan kuratif seperti telekonsultasi.
Investor mulai melihat peluang pada layanan yang mendorong konsumen menjaga kesehatan sebelum mengalami masalah. Perubahan tersebut berkaitan dengan pergeseran perilaku dari pengobatan ketika sakit menuju pemeliharaan kesehatan secara aktif.
Dari sisi bisnis, model preventif memiliki karakteristik yang menarik. Layanan seperti diagnostik awal, nutrisi, dan wellness dapat menciptakan kebutuhan penggunaan secara berkala.
Pola tersebut berpotensi meningkatkan retensi konsumen apabila produk mampu memberikan manfaat yang konsisten. Startup juga dapat membangun hubungan jangka panjang dengan pengguna melalui layanan yang terintegrasi.
Customer Lifetime Value (CLTV) menjadi salah satu metrik yang relevan dalam model tersebut. Nilai pelanggan sepanjang hubungan dengan perusahaan dapat meningkat ketika pengguna terus memanfaatkan layanan yang diberikan.
Meski demikian, potensi tersebut tetap harus dibuktikan melalui model bisnis yang jelas. Startup perlu menunjukkan kemampuan mempertahankan pelanggan sekaligus membangun pendapatan yang berkelanjutan.
Prospek Healthtech Bergantung pada Solusi dan Efisiensi
Eddi menilai prospek industri healthtech masih terbuka dalam jangka panjang. Teknologi dapat berperan sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan layanan kesehatan yang sebelumnya sulit dijangkau.
Startup juga dapat membantu meningkatkan efisiensi layanan. Digitalisasi memungkinkan sejumlah proses dilakukan secara lebih praktis, meskipun penerapannya tetap membutuhkan dukungan infrastruktur dan tata kelola yang memadai.
Dalam konteks tersebut, peluang pendanaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar. Investor juga akan memperhatikan kemampuan perusahaan mengembangkan produk, mengelola biaya, menjaga pengguna, dan menghasilkan dampak yang dapat diukur.
Baca Juga “MSD dan Bio Farma Perkuat Ketahanan Kesehatan Indonesia Lewat Transfer Teknologi“