Dinkes Kabupaten Probolinggo Dorong Promosi Kesehatan Berbasis Teknologi AI
Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam program promosi kesehatan atau promkes. Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi program promkes yang digelar pada Senin, 25 Mei 2026, dengan melibatkan petugas promosi kesehatan dari 33 puskesmas di Kabupaten Probolinggo.
Baca Juga “Pemanfaatan Teknologi Medis dan AI Percepat Transformasi Layanan Kesehatan“
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi dan koordinasi program kesehatan masyarakat, tetapi juga menghadirkan pelatihan pemanfaatan teknologi artificial intelligence atau AI untuk pembuatan video edukasi kesehatan.
Langkah tersebut dinilai penting agar penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan mampu menjangkau lebih banyak kalangan melalui media digital.
Dinkes Probolinggo Latih Petugas Promkes Gunakan AI
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, mengatakan perkembangan teknologi digital harus diikuti dengan inovasi dalam metode edukasi kesehatan.
Menurutnya, tenaga promosi kesehatan perlu meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi AI agar pesan kesehatan lebih efektif diterima masyarakat.
“Promosi kesehatan harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena itu kami mendorong petugas promkes mampu memanfaatkan teknologi AI untuk membuat media edukasi yang lebih kreatif dan efektif,” ujar Sri Wahyu.
Pelatihan tersebut difokuskan pada pembuatan video edukasi berbasis AI yang dapat digunakan untuk kampanye kesehatan di media sosial maupun platform digital lainnya.
Video Edukasi Berbasis AI Dinilai Lebih Efektif
Dinkes Kabupaten Probolinggo menilai penggunaan video edukasi berbasis AI mampu membantu petugas kesehatan menghasilkan konten yang lebih komunikatif dan mudah dipahami masyarakat.
Sri Wahyu menjelaskan media visual berbasis teknologi digital saat ini menjadi salah satu cara paling efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada publik.
“Penggunaan video edukasi berbasis AI dapat membantu petugas kesehatan membuat konten yang lebih komunikatif sehingga pesan kesehatan lebih mudah diterima berbagai kalangan,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas informasi, penggunaan AI juga dinilai dapat mempercepat proses produksi materi edukasi kesehatan dengan tampilan yang lebih menarik.
Koordinasi Antar Puskesmas Diperkuat Lewat Rakor Promkes
Selain pelatihan teknologi AI, rapat koordinasi tersebut juga menjadi ruang evaluasi pelaksanaan program promosi kesehatan di masing-masing wilayah kerja puskesmas.
Peserta kegiatan berbagi pengalaman terkait strategi edukasi kesehatan masyarakat, tantangan di lapangan, hingga metode penyampaian informasi yang dinilai paling efektif.
Menurut Sri Wahyu, koordinasi antar puskesmas penting untuk memastikan pelayanan promosi kesehatan berjalan lebih merata dan inovatif di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
“Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi dan pembelajaran bersama agar pelayanan promosi kesehatan di seluruh puskesmas semakin baik dan inovatif,” tegasnya.
Pemanfaatan Teknologi Digital Jadi Strategi Edukasi Kesehatan
Pemanfaatan teknologi digital dalam sektor kesehatan semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Selain layanan telemedisin, media edukasi berbasis video dan AI kini mulai digunakan untuk memperkuat kampanye kesehatan masyarakat.
Dinkes Kabupaten Probolinggo menilai pendekatan digital dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
Melalui media sosial dan platform digital, informasi kesehatan dinilai dapat disampaikan lebih cepat dan menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda.
“Harapannya edukasi kesehatan kepada masyarakat bisa dilakukan lebih efektif, mengikuti perkembangan zaman, dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas,” tambah Sri Wahyu.
Transformasi Digital Kesehatan Diperkirakan Terus Berkembang
Pengamat kesehatan masyarakat menilai integrasi teknologi AI dalam promosi kesehatan menjadi bagian dari transformasi digital layanan kesehatan di Indonesia.
Pemanfaatan AI tidak hanya membantu penyebaran informasi kesehatan, tetapi juga membuka peluang pengembangan materi edukasi yang lebih personal dan interaktif sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan pelatihan dan koordinasi yang berkelanjutan, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap tenaga promosi kesehatan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan edukasi kesehatan di tingkat daerah.
Ke depan, penggunaan teknologi digital diperkirakan akan semakin penting dalam mendukung program pencegahan penyakit, peningkatan literasi kesehatan, dan penguatan layanan kesehatan masyarakat secara lebih modern dan efektif.
Baca Juga “Sekda Ciamis Ajak Tenaga Kesehatan Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi“