Dokter Jelaskan Penyebab Sulit Tidur dan Cara Mengatasinya Secara Tepat
Sulit tidur menjadi keluhan kesehatan yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan rasa kantuk pada siang hari, tetapi juga dapat menurunkan konsentrasi, mengganggu produktivitas, hingga memengaruhi kesehatan fisik dan mental jika berlangsung dalam waktu lama.
Menurut dokter spesialis akupunktur dari Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, Muchtar, salah satu faktor yang sering memicu sulit tidur adalah stres dan pikiran yang tidak terkendali. Ketika seseorang terus memikirkan berbagai masalah menjelang waktu istirahat, tubuh akan sulit mencapai kondisi rileks yang dibutuhkan untuk memulai tidur.
Karena itu, mengenali penyebab utama gangguan tidur menjadi langkah penting sebelum menentukan metode penanganan yang tepat. Perubahan kebiasaan sehari-hari hingga terapi medis dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien.
baca juga”Cara Melakukan Side Leg Raise untuk Menguatkan Pinggul“
Kebiasaan Sehat untuk Mengurangi Gangguan Sulit Tidur
Pada tahap awal, Muchtar menyarankan masyarakat untuk menerapkan pola tidur yang lebih baik atau sleep hygiene. Salah satu langkah sederhana adalah menggunakan tempat tidur hanya untuk beristirahat dan menghindari aktivitas lain seperti bekerja, bermain ponsel, atau menonton dalam waktu lama di atas tempat tidur.
Paparan cahaya biru dari layar ponsel dan perangkat elektronik juga sebaiknya dikurangi sebelum tidur. Cahaya tersebut dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun seseorang.
Selain itu, menuliskan isi pikiran atau kekhawatiran sebelum tidur dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban mental. Teknik ini membantu seseorang menyalurkan emosi dan pikiran yang mengganggu sehingga tubuh menjadi lebih tenang saat memasuki waktu tidur.
Menciptakan suasana kamar yang gelap dan nyaman juga dapat membantu tubuh menghasilkan melatonin secara optimal. Kondisi lingkungan tidur yang baik berperan besar dalam meningkatkan kualitas istirahat.
Akupunktur Medik Menjadi Salah Satu Terapi untuk Gangguan Tidur
Selain perubahan gaya hidup, terapi medis seperti akupunktur medik dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah sulit tidur. Akupunktur medik merupakan cabang ilmu kedokteran yang dilakukan dengan memberikan rangsangan pada titik tertentu di tubuh menggunakan jarum khusus yang sangat halus.
Muchtar menjelaskan bahwa terapi ini tidak menggunakan obat-obatan sehingga dapat dilakukan bersamaan dengan pengobatan lain sesuai arahan dokter.
“Akupunktur medik tidak menggunakan obat-obatan sehingga cukup aman dan bisa digunakan untuk berbagai kelompok usia. Jika dilakukan untuk masalah tidur, terapi ini tidak akan bertentangan dengan obat dari dokter lain,” ujar Muchtar dalam siaran langsung Instagram Kementerian Kesehatan.
Cara Akupunktur Membantu Memperbaiki Pola Tidur
Pada pasien dengan gangguan tidur, akupunktur bertujuan membantu menstimulasi dan mengatur sistem tubuh yang berkaitan dengan siklus tidur, termasuk mekanisme yang berhubungan dengan hormon melatonin.
Titik akupunktur yang digunakan akan disesuaikan dengan jenis gangguan yang dialami pasien. Ada pasien yang sulit memulai tidur, sering terbangun di tengah malam, atau bahkan tidak dapat tidur sepanjang malam.
Karena setiap kondisi memiliki penyebab berbeda, pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan sebelum terapi dimulai. Penanganan yang hanya mengatasi gejala tanpa mengetahui akar masalah berisiko membuat gangguan tidur kembali muncul.
Pentingnya Mengetahui Penyebab Utama Gangguan Tidur
Menurut Muchtar, evaluasi terhadap penyebab sulit tidur menjadi bagian penting dalam proses pengobatan. Dokter akupunktur dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain, seperti psikiater dan psikolog, untuk memahami faktor psikologis yang mungkin memengaruhi kualitas tidur pasien.
Pendekatan yang menyeluruh memungkinkan pasien memperoleh terapi yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. Dengan penanganan yang tepat, manfaat terapi maupun perubahan kebiasaan hidup dapat dirasakan secara lebih optimal.
Menjaga Kualitas Tidur untuk Mendukung Kesehatan Jangka Panjang
Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan kebutuhan penting bagi tubuh. Selama tidur, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan, mulai dari memperbaiki jaringan, menjaga keseimbangan hormon, hingga mendukung fungsi otak dan sistem kekebalan tubuh.
Apabila gangguan tidur terjadi terus-menerus atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seseorang disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Dengan menerapkan kebiasaan tidur sehat, mengelola stres, serta mendapatkan bantuan medis ketika diperlukan, masalah sulit tidur dapat dikendalikan sehingga kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan tetap terjaga.
baca juga”Pria Usia Produktif Kini Rentan Alami Gangguan Saluran Kemih“