ITSK RS Soepraoen Perkuat Prodi untuk Kesehatan Digital

ITSK RS Soepraoen

ITSK RS dr. Soepraoen Malang Perkuat Pendidikan Kesehatan dan Teknologi untuk Hadapi Era Digital

Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong kebutuhan akan tenaga profesional yang tidak hanya menguasai bidang medis, tetapi juga teknologi informasi. Menjawab tantangan tersebut, ITSK RS dr. Soepraoen Malang terus memperkuat program pendidikan kesehatan dan teknologi sebagai bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan industri.

Baca Juga “Gubernur Andra Soni: Pelayanan Kesehatan Perlu Adaptasi Perkembangan Teknologi

Menjelang penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026, institusi pendidikan tinggi ini menawarkan berbagai program studi dari jenjang diploma, sarjana, hingga profesi. Pengembangan program akademik dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital, khususnya di sektor kesehatan.

Kampus Kembangkan Beragam Program Studi Sesuai Kebutuhan Industri

Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Sutrisno, menjelaskan bahwa kampus tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi profesional mahasiswa.

Menurutnya, setiap program studi dirancang menjadi ruang pengembangan kemampuan, inovasi, dan profesionalisme agar lulusan memiliki daya saing yang tinggi di dunia kerja.

Pada jenjang sarjana, kampus ini menyediakan berbagai program studi, antara lain Keperawatan, Fisioterapi, Farmasi Klinis dan Komunitas, Informatika, Kebidanan, Kedokteran Gigi, hingga Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi.

Sementara itu, program diploma meliputi Keperawatan, Akupunktur, Farmasi, serta Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Adapun jenjang profesi mencakup Ners, Bidan, Fisioterapis, Dokter Gigi, dan Apoteker.

Integrasi Rumah Sakit dan Kampus Perkuat Pengalaman Praktik Mahasiswa

Salah satu keunggulan yang dikembangkan ITSK RS dr. Soepraoen Malang adalah sistem pendidikan yang terintegrasi dengan lingkungan rumah sakit. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik langsung sejak masa perkuliahan.

Wakil Rektor I, Ardhiles Wahyu Kurniawan, menilai pengalaman lapangan menjadi elemen penting dalam membentuk lulusan yang siap bekerja.

Selain memperoleh teori di kelas, mahasiswa juga terlibat dalam pembelajaran berbasis praktik yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi tantangan profesional setelah menyelesaikan pendidikan.

Program Informatika Didorong untuk Mendukung Kesehatan Digital

ITSK RS dr. Soepraoen Malang juga mulai memperkuat pengembangan sektor kesehatan digital melalui Program Studi Informatika. Langkah ini dilakukan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan tenaga profesional yang memahami sistem informasi kesehatan dan transformasi layanan medis berbasis teknologi.

Wakil Rektor II, Juliati Koesrini, menjelaskan bahwa kampus terus meningkatkan fasilitas pembelajaran dan sarana praktik agar sesuai dengan perkembangan teknologi kesehatan terkini.

Penguatan tersebut mencakup dukungan terhadap pembelajaran berbasis digital, pemanfaatan teknologi informasi kesehatan, serta kesiapan menghadapi perkembangan telemedicine dan rekam medis elektronik yang semakin luas digunakan di Indonesia.

Mahasiswa Dibekali Soft Skills dan Sertifikasi Kompetensi

Selain kompetensi teknis, kampus juga menaruh perhatian pada pengembangan karakter dan keterampilan nonteknis mahasiswa. Wakil Rektor III, Sartoyo, menyebut mahasiswa mendapatkan pembinaan karakter, pengalaman organisasi, dan penguatan soft skills sebagai bagian dari proses pendidikan.

Beberapa program studi juga menyediakan pembekalan profesi dan sertifikasi kompetensi yang dapat menjadi nilai tambah saat lulusan memasuki dunia kerja. Sertifikasi tersebut menjadi bukti kemampuan profesional yang semakin dibutuhkan oleh industri kesehatan modern.

Kombinasi antara kompetensi akademik, pengalaman praktik, dan sertifikasi dinilai mampu meningkatkan peluang lulusan untuk bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Fokus Menjadi Pusat Pengembangan Profesional Kesehatan Masa Depan

Wakil Rektor IV Bidang Humas, Kerja Sama, dan Penerimaan Mahasiswa Baru, Amin Zakaria, menegaskan bahwa kampus ingin berperan lebih luas daripada sekadar institusi pendidikan kesehatan.

Menurutnya, ITSK RS dr. Soepraoen Malang berupaya menjadi pusat pengembangan kompetensi profesional yang mendukung inovasi, kesiapan kerja, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Di tengah percepatan transformasi digital sektor kesehatan, kebutuhan tenaga kerja yang menguasai teknologi dan layanan medis diperkirakan terus meningkat. Dengan memperkuat pendidikan berbasis praktik, kesehatan digital, dan sertifikasi profesional, ITSK RS dr. Soepraoen Malang berupaya menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan industri kesehatan masa depan sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Baca Juga “Teknologi digital akan menciptakan nilai baru bagi kerja sama layanan kesehatan Vietnam-Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *