Manfaat Hara Hachi Bu, Kebiasaan Berhenti Makan Sebelum Kenyang yang Baik untuk Kesehatan
Kebiasaan berhenti makan sebelum benar-benar kenyang atau dikenal dengan istilah hara hachi bu semakin menarik perhatian para ahli gizi. Pola makan yang berasal dari Okinawa, Jepang, ini dikenal sebagai salah satu faktor yang dikaitkan dengan tingginya angka harapan hidup masyarakat setempat. Prinsipnya sederhana, yakni mengakhiri makan saat tubuh merasa sekitar 80 persen kenyang, bukan hingga perut terasa penuh.
baca juga”Ini Faktor yang Membuat Pemilik Berat Badan Berlebih Tampak Tua“
Hara Hachi Bu Membantu Mengontrol Asupan Kalori dan Menjaga Metabolisme
Dosen Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Rahadyana Muslichah, menjelaskan bahwa hara hachi bu memiliki keterkaitan erat dengan konsep mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran.
Menurutnya, seseorang perlu fokus saat makan, menghindari berbagai distraksi, menikmati setiap suapan, serta memahami sinyal lapar dan kenyang yang dikirimkan tubuh. Dengan cara tersebut, individu dapat mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi secara lebih efektif.
Rahadyana mengatakan kebiasaan berhenti makan sebelum kenyang dapat membantu mengurangi beban metabolik akibat konsumsi makanan berlebihan. Ketika seseorang makan terlalu banyak, sistem pencernaan harus bekerja lebih keras sehingga berpotensi meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, hingga gangguan kesehatan metabolik lainnya.
Selain itu, pola makan ini memberi waktu istirahat yang cukup bagi sistem pencernaan. Tubuh dapat memproses makanan secara lebih optimal tanpa harus menghadapi lonjakan asupan kalori dalam jumlah besar sekaligus.
Proses Kenyang Membutuhkan Waktu untuk Diterima Otak
Rahadyana menjelaskan bahwa lambung tidak langsung mengirimkan sinyal kenyang ke otak saat seseorang makan. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit setelah makanan mulai dikonsumsi.
Karena itu, makan terlalu cepat sering kali membuat seseorang mengonsumsi makanan lebih banyak sebelum otak menerima sinyal bahwa kebutuhan energi tubuh sebenarnya sudah tercukupi.
Dalam konsep hara hachi bu, seseorang dianjurkan berhenti makan saat merasa cukup, meskipun belum merasakan kenyang sepenuhnya. Dengan cara ini, tubuh tetap memperoleh energi yang dibutuhkan tanpa risiko makan berlebihan.
Kelompok yang Perlu Berhati-hati Menerapkan Hara Hachi Bu
Meski menawarkan sejumlah manfaat kesehatan, prinsip hara hachi bu tidak selalu cocok diterapkan oleh semua orang. Rahadyana mengingatkan bahwa kelompok tertentu memiliki kebutuhan energi yang lebih tinggi sehingga memerlukan pengaturan asupan kalori secara khusus.
Ibu hamil, anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, remaja, serta atlet merupakan kelompok yang perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menerapkan pola makan ini. Pembatasan asupan yang tidak tepat berisiko menyebabkan kebutuhan nutrisi harian tidak terpenuhi secara optimal.
Karena itu, penerapan hara hachi bu perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia, aktivitas fisik, dan kebutuhan gizi masing-masing individu.
Tips Menerapkan Hara Hachi Bu dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagi masyarakat yang ingin mencoba kebiasaan ini, Rahadyana menyarankan beberapa langkah sederhana. Pertama, bangun motivasi dan komitmen untuk mengubah pola makan secara bertahap agar hasilnya lebih berkelanjutan.
Kedua, latih kemampuan mengenali rasa lapar dan kenyang yang muncul secara alami dari tubuh. Kesadaran terhadap sinyal tersebut menjadi kunci utama keberhasilan mindful eating.
Ketiga, hindari berbagai distraksi saat makan, seperti menonton televisi, bermain ponsel, atau bekerja. Fokus pada makanan akan membantu tubuh lebih cepat mengenali rasa kenyang.
Keempat, biasakan mengunyah makanan secara perlahan. Aktivitas mengunyah yang cukup tidak hanya membantu proses pencernaan, tetapi juga mempercepat pengiriman sinyal kenyang dari lambung ke otak.
Pola Makan Sadar Jadi Tren Gaya Hidup Sehat
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep mindful eating semakin banyak direkomendasikan oleh ahli gizi dan praktisi kesehatan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa makan dengan lebih sadar dapat membantu mengendalikan berat badan, meningkatkan kualitas pola makan, serta mengurangi risiko gangguan metabolik.
Penerapan hara hachi bu menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana kebiasaan makan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang. Dengan memahami kebutuhan tubuh dan menghindari konsumsi berlebihan, masyarakat dapat membangun pola hidup yang lebih sehat dan seimbang.
Pada akhirnya, berhenti makan sebelum kenyang bukan sekadar membatasi porsi makanan. Kebiasaan ini mengajarkan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh, menjaga keseimbangan asupan energi, serta membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik.