TNI AL Hadirkan Alat Hiperbarik Dukung Program Pemerintah

hiperbarik

TNI AL HADIRKAN TERAPI HIPERBARIK, PERKUAT LAYANAN KESEHATAN DI NTT

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi langkah TNI Angkatan Laut yang menghadirkan alat terapi hiperbarik di Rumah Sakit TNI AL Samuel J. Moeda, Kupang. Kehadiran fasilitas ini dinilai sebagai wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah di sektor kesehatan, khususnya bagi masyarakat pesisir dan wilayah kepulauan.

Baca Juga “RSPPN Soedirman Gunakan STIMELL, Alat Terapi Stroke Canggih dengan Kecerdasan Buatan

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri penganugerahan Brevet Kehormatan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik. Acara berlangsung pada 9 Oktober 2025 dan dihadiri sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

PENGANUGERAHAN BREVET DAN PENGUATAN SINERGI KESEHATAN

Penghargaan brevet kehormatan diberikan berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor Kep/2790/IX/2025. Selain gubernur, penghargaan juga diterima sejumlah pejabat daerah sebagai bentuk pengakuan atas dukungan terhadap pengembangan layanan kesehatan maritim.

Dalam sambutannya, Melki menegaskan bahwa kehadiran teknologi hiperbarik menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. Ia menilai inovasi tersebut tidak hanya berdampak medis, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI AL dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan institusi militer sangat penting dalam memperluas akses layanan kesehatan yang merata.

MANFAAT TERAPI HIPERBARIK BAGI MASYARAKAT PESISIR

Terapi hiperbarik merupakan metode pengobatan yang menggunakan oksigen bertekanan tinggi untuk membantu penyembuhan berbagai kondisi medis. Layanan ini umumnya digunakan untuk menangani penyakit dekompresi pada penyelam, luka kronis, hingga gangguan akibat infeksi tertentu.

Di wilayah seperti NTT yang memiliki banyak komunitas pesisir dan aktivitas maritim tinggi, kebutuhan terhadap layanan ini cukup besar. Kehadiran fasilitas hiperbarik di Kupang diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut secara lebih cepat dan terjangkau.

Melki menilai fasilitas ini dapat menjadi pusat layanan unggulan yang tidak hanya melayani masyarakat lokal, tetapi juga kawasan Indonesia timur secara lebih luas.

AKSES TERBUKA UNTUK UMUM DAN PENINGKATAN LAYANAN

Komandan Koarmada VII, Joni Sudianto, menegaskan bahwa layanan terapi hiperbarik di rumah sakit tersebut terbuka bagi masyarakat umum. Kebijakan ini bertujuan memperluas manfaat fasilitas kesehatan yang dimiliki TNI AL.

Ia menyebut kehadiran alat ini sebagai peluang penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai terapi hiperbarik. Selain itu, fasilitas ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan medis di wilayah NTT.

Langkah membuka akses untuk publik menunjukkan komitmen TNI AL dalam memberikan kontribusi nyata di luar tugas pertahanan, khususnya dalam bidang kesehatan.

DORONG KETAHANAN KESEHATAN MARITIM NASIONAL

Pemerintah daerah berharap kolaborasi antara rumah sakit TNI AL dan instansi terkait dapat terus diperkuat. Pengembangan layanan hiperbarik dinilai strategis untuk mendukung ketahanan kesehatan maritim nasional.

Selain meningkatkan layanan medis, fasilitas ini juga berpotensi menjadi pusat edukasi dan pelatihan bagi tenaga kesehatan. Dengan demikian, kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan maritim dapat terus ditingkatkan.

Melki menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama untuk memastikan fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

PENUTUP: LANGKAH STRATEGIS MENUJU LAYANAN KESEHATAN INKLUSIF

Kehadiran alat terapi hiperbarik di Kupang menjadi bukti konkret peran aktif TNI AL dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan. Inisiatif ini tidak hanya memperluas akses layanan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI AL, dan tenaga kesehatan diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan berkualitas. Dengan dukungan teknologi yang tepat, pemerataan layanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti NTT semakin memungkinkan untuk terwujud.

Baca Juga “Dinsos Ngawi Siapkan Rumah Terapi Disabilitas Dilengkapi Tiga Ruang Layanan Terapi Khusus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *